Pages

RSS

Tuesday, June 19, 2007

Sebuah teguran di malam minggu

Terlalu lama kiranya hari-hari manis tidak kita lalui bersama. Ada sebongkah kerinduan dalam batin ini, kapankah akan bersua lagi. Rupanya Tanya dan do’a itu pun terkabul. Subhanallah…Sabtu, malam minggu lalu, kunjunganmu, silaturahim mu sungguh berarti bagiku. Memberikan nafas-nafas cinta yang lama tak kita hirup bersama. Akkkkuuuu pun, tak bisa banyak berkata...!

Teringat kisah beberapa tahun lalu, saat pertama kali kita dipersatukan dalam cintaNya. Pun kau duduk dibangku yang sama, menceritakan tentang keluh kesahmu saat itu, atau saat ku bercerita tentang gundahku, dan saat itulah kita bisa saling mengenal, ternyata,..kita memang sama, kita memang cocok.

Tatapmu malam itu…menghadirkan suasana tersendiri diruangan itu. Selalu ada pembicaraan bermakna. Tentang kita..tentang wanita, tentang bagaimana seharusnya kita? Sungguh…subhanallah, kata-kata lembutmu saat itu bagaikan cambukan yang menghantam hatiku…pun itu suatu teguran halus, tapi terasa sangat mengena menyentuh dasar kalbuku. Kata-katamu…kubilang sangat bermakna, ceritamu..kukatakan sangat menyentuh…lalu aku pun tersadar, betapa aku merasa hina.

Untaian kata penuh hikmah terus mengalir dari bibirmu. Cerita itu mengalir seperti aliran darahku saat itu…kencang…mengikuti degup jantung yang bergerak penuh penyesalan.

“Ukhti…sudahkah kita bisa menjaga diri?” itulah satu kalimat yang terus terngiang dalam jiwaku.

Akkkku...hatiku seperti tertusuk duri tajam menghantam pembuluh hati. Betapa aku kadang lupa menjaga diri. Dari sikap, tawa, canda, gerak...mungkin kadang menjadi sorotan mata-mata penuh tanya. Pantaskah seorang wanita muslimah berbuat demikian???

Ya rabb...maafkan hamba...

Sikap ku yang kadang lemah, tawaku yang terlalu over...canda-candaku yang berlebih. Gerak-gerak tubuhku yang secara tak sadar kadang mengundang kaum lelaki. Ya Rabb...maafkan hamba...

Setidaknya dari cerita, ini, dari air mata ini, tunjukkan selalu padaku, pada kami kaum wanita, contoh-contoh teladan, bagaimana seharusnya kami bersikap. Beri kesempatan kepada kami memperbaiki diri. Beri juga pemahaman kepada lawan-lawan jenis kami. Kami bukan maksud sok suci...izinkan kami menjaga diri. Dukunglah kami.

Kami tak bisa berjalan sendiri. Bahkan terkadang godaan itu datang dari lawan jenis yang sudah paham. Mungkin khilaf...mungkin lupa. Tapi jangan biarkan kami terbawa ya Rabb...Bukakan pula mata hati mereka, berikan kami kemudahan menjaga diri.

Maka saat kami mejawab sapa-sapa sms nyasar..maafkan jika kata itu kasar.

”Afwan...kalau nggak ada yang terlalu penting, nggak usah sms yah...sayang loh pulsanya!” yahhh...mungkin terkesan belagu, tapi...itulah cara kami menjaga diri.

Atau saat pembicaraan menuju arah yang nggak jelas dan tak tentu...

”Afwan...bicaranya terlewat batas ya?” mungkin terkesan munafik, tapi…itu sekedar mengingatkan.

Atau saat menolak janji-janji bertemu. Mungkin terkesan ’sok’, tapi kami punya malu.

Ataupun segala sikap lain yang tak bisa kami ucap dengan kata.

Karena kami tahu, dari hal yang biasalah , dari hal yang teramat lumrah, justru terkadang kami terbawa, terlena dan lupa. Jangan sampai sama-sama lupa.

Maafkan kami...

Kami menganggapmu laki-laki yang mulia, adalah ketika kami melihat bagaimana cara kamu menghormati dan memuliakan kami, kaum wanita.

--Kupersembahkan semua ini untuk adik-adikku. --

Saat kau wanita, menginginkan pria sholeh, biarkan hatimu terjaga dari fatamorgana. Jika kau pria, menginginkan wanita sholehah, pun biarkan hatimu terjaga dari sia-sia. Karena bagaimana dirinya nanti adalah bagaimana dirimu juga saat ini. Ia untukmu..ialah sepertimu.

Maka...doaku, usahaku ketika aku juga menunggumu duhai pria yang sholeh...izinkan aku bisa menjaga diri ini untuk Allah, untuk islam, untuk diriku, dan juga untukmu... Bersabarlah...

Thank u so much...untukmu yang telah me-ngapel-ku di malam minggu itu. Hadirmu, memberi warna kecerahan tersendiri dalam lubuk hati ini. Sabar ya ukhti...

Jangan pernah ragu! Jangan pernah berhenti bergerak. Allah selalu punya rahasia tersendiri untuk kebaikan kita semua. Luv u so much dan semua saudari-saudariku yang telah terajutkan cinta karena Allah di hati kita.

SEMANGAT GO...GO...GO!!!


Tuesday, June 12, 2007

Insan juga manusia

Anak-anak

Aneh ya? Gini nih...

Banyak anak-anak kecil loh yang setiap kali ngeliat akhwat dikiranya itu Ibu gurunya. Apa setiap akhwat pasti mereka identikkan dengan guru TPA ya? Hmm...gak usah dibahas lah, itu sebagian bentuk lukisan ruang fikir mereka yang terlalu indah.

Ini juga sering terjadi ke aku, kalo lagi jalan, terus ngelewatin TK/TPA pasti mereka langsung pada salaman gitu...udah gitu banyak SKSDnya pula lagi.Ya gpp seh...aku senang dan menikmati itu, kapan lagi coba jadi mendadak seleb gini?

Anehnya...itu nggak berlaku untuk sepupu-sepupu aku yang masih kecil. Kalo aku berkunjung ke mereka. Awalnya pasti diam dan pada malu-malu gitu (malu apa takut ya? Hehe...), ntar kalo udah aku mo pulang...baru ditangisin gitu deh.

Lain lagi ceritanya...waktu di pameran buku. Waktu aku dan temanku sedang melihat-lihat buku. Ada seorang anak kecil usia 4 tahunan, tiba-tiba saja ada disampingku, narik-narik baju aku sambil cengar-cengir gitu, imut juga anaknya. Wuahhh...SKSD juga neh, padahal kan banyak akhwat yang lain. Anaknya lucu. Kayaknya minta diajak main gitu deh. Nih anaknya siapa ya? Aku sapa dia “umminya mana dek?” tanyaku. Terus...yang dateng abinya, kliatan bingung gitu, kayaknya baru kehilangan anak itu kali. Abinya minta maaf juga. Lalu mereka berdua langsung pergi.

Yang jadi ‘gubrak’ ceritanya, saat teman disampingku berbisik canda “lucu yah anaknya?”. “Ho oh” jawabku,

“ssttt...tau gak? disuruh abinya...huehehe”

HhhHH???


Nah..kejadian kemarin juga begitu, waktu aku lagi milih-milih es cream disalah satu minimarket. Tiba-tiba ada anak seusia TK mendatangiku, sok SKSD juga ”Bu guru beli apa?” Aku terkaget ngeliat kelucuan dan keberanian anak kecil itu.

“Bu guru beli ice cream dek….” jawabku dengan senyum ke anak itu. Aku lihat ke kanan dan kiri, ibunya nggak ada ya? Hmm...apa nih anak mau minta dikasih es cream kali ya?

“Buat ciapa” tanyanya lagi.

“Buat bu guru…” kemudian ibunya datang…menegur anak itu karena ibunya mencari2 anak itu dari tadi. Ibunya senyum dan meminta maaf ke aku kalau anaknya sudah menganggu. Cuma yang bikin aku kaget sekaligus malu, saat anak kecil itu berkata ”ooo...buat bu guru? Koq...jajannya kayak anak kecil?” Wuahhhh...GubRAkkk!!! ibunya juga ketawa gitu!

--Ditulis saat jiwanya jadi anak-anak...maksain nulis, nggak ada ide, yang penting nulis!--

Thursday, June 07, 2007

Kini…bukan hanya Candy

Seorang gadis kecil itu…punya tokoh sendiri, sebagai penyemangat dan pendukung hidupnya. Inget kisah Candy..? Sekarang ada sinetronnya gitu. Tokohnya, gadis ceria dengan khas kuncir duanya. Candy.., dialah salah satu film kartun terfavoritnya saat dia kecil. Senyum dan sifat tegarnya menjadi inspirasi tersendiri. Gadis cilik tegar dengan perjuangan dan pengorbanan hidupnya. Seorang candy dengan segala problematika hidupnya, selalu ingin memberikan keceriaan dan senyuman kebahagiaan pada orang lain. Begitulah...gadis kecil itu teramat terinspirasi menjadi candy yang selalu ceria.


Seiring perjalannya, romantika dan segala sikap hidup membawanya menuju kematangan. Hidayah-Nya membawa gadis itu mengenal nama-nama sejuk seperti bunda Aisyah atau bunda Khadijah. Impian atau hal yang mungkin tidak bisa diraihnya, menjadi wanita mulia seperti mereka, namun dibalik itu hanya ada satu harapan untuk terus mengikuti jejak-jejak wanita mulia itu. Dia yang kini menjadi bunda dengan cinta dan kasih sayang untuk anak-anaknya. Smoga bisa memberikan yang terbaik buat mereka. Salam dari bunda dan dariku untuk mereka anak-anaknya ”Semangat Belajar...!!!”

* Ditulis oleh seorang bunda, bunda yang lom punya abi..., huehehe*

Pesannya: Bunda Khadijah …andai saja saat ini kita bisa chatting, untuk sekedar sharing, gimana caranya...‘nembak’ duluan. (Upss..yang ini just kidding ya!)

Special...for Anisatur Rokhmah, Immah, dan semua saudari2ku yang selalu memberikan semangat!

Saturday, June 02, 2007

Sekedar Konfirmasi

Sepertinya konferensi kepada para penggemar (bc: pembaca) blog ini harus kuulangi lagi.

Terulang…seperti saat aku harus klarifikasi mengenai seorang laki-laki yang menemaniku di Pameran Komputer beberapa tahun yang lalu.

Saat itu, karena aku perginya bersama teman-teman sekelas. Dan...memang aku sudah janjian dengan seorang ’laki-laki’ juga disana.

Saat aku bertemu laki-laki itu di Musholla. Mereka mengiranya macem-macem. Sedikit meledek, atau berbicara yang nggak-nggak tentang aku dan laki-laki itu. Setelah kuperkenalkan ’Ini abang aku...emangnya nggak mirip ya?’

’ooo, kirain...ya nggak lah!!! Cakepan abangnya, hehe’ jawab mereka sambil ber’ooo’ ria.

Dan saat ini...

Saat belajar Bahasa Inggris, koq nyambung-nyambungnya ngebahas ke tulisan terbaru diblog aku ini…mengenai ‘Different is beda’. Rupanya ada yang harus diklarifikasi mengenai ’my bro di Poso’, biar nggak banyak yang salah faham.

Biar kujelaskan,

A: ”Dia adalah adikku yang sedang tugas disana.”

B: “lohh...emangnya ente punya adik?”

A: “punya donk…adikku banyak, dan ada dimana-mana. Hehe…Kebetulan adikku yang di Poso ini satu almamater dengan adik sepupuku yang kebetulan juga study di Pondok Modern di Jatim. Perlu diketahui adik sepupuku itu baru aja lulus SMA, dan

menurut aturan disana, setelah lulus biasanya harus mengabdi dulu ke Pondoknya. Kalau lagi keliling, dia sering banget ngasih kabar. Terakhir beritanya sedang Camping di Cibubur, dan ngirim SMS ”Kania, mo titip pesen ke ummi, tolong bawain es batu, ama sambel, ama ikan asin ya?” (loh??? Koq camping pesen2 makanan?).

Hmmm...banyak ustadznya gak? Ntar kania aja yang kirim dech, hehe (...ini Cuma rekayasa aja loh! Biar lucu..)

Nahh...adikku yang satu ini, sedang ditugaskan didaerah Poso. Jauh ya? Katanya disana sedang ada proyek membangun Pesantren Modern pasca konflik lalu. Wuahh..dia udah bangun sekolah duluan! Nggak sopan ya...nggak ngajak-ngajak!

Nahhh lagiii...dari keduanya aku sering berguru, nanya2 gitu dech tentang yang kadang tak kumengerti. Disaat ini, aku yang sedang ingin banyak merenung, malu lah! Udah tua makin banyak dosa aja. Jadinya pengen menyendiri, pengen sadar gitu. Tapinya...banyak yang malah menganggap keanehan dari yang lainnya dengan sikapku ini. Cuma adikku ini yang tetap memberi semangat dan doa ”KEEP ISTIQOMAH ya mba!” Gitu loh!

So...clear khan!!! Nggak ada pertanyaan lagi.”

A: ”Hmmm...Kalau yang waktu itu di Gramedia, anti ama laki-laki juga, sapa hayoo!”

B: ” itu abi akuuuuu....!!!”

Tuesday, May 29, 2007

Different is Beda

Boleh saja kau berkata aku berbeda saat ini.

Maka...maafkan jika perbedaan pribadiku yang membuatmu tak nyaman, maafkan atas ke’retak’an ini. Maafkan atas keterasinganmu padaku. Pun boleh saja kau teriak aku manusia yang aneh. Sulit ditebak. Manusia misterius. Penuh dengan ketidakpastian, atau apapun istilahmu. Namun ketahuilah hanya satu yang pasti selalu kusadari.

...Aku Cuma insan biasa...maka maafkanlah aku.

Teriring masa..,

Biarkan waktu yang nantinya menentukan.

Tak bisa kujelaskan saat ini

Tak bisa kupaparkan detik ini

Toh pondasi kepercayaan itu nampaknya sedikit memudar

Ku hanya dapat berbisik pada angin...

...Aku benar-benar ingin tulus...

Maka izinkan ku sendiri,

Setidaknya akan kurenungi ’beda’ yang kau ucap... :)

hanya satu...

-thanks for my bro’-

satu cahaya yang tetap bersinar, meskipun cahaya lain…mulai meredup.

’Keep Istiqomah’...satu kalimat yang seringkali menjadi penyemangat hidupku.

Selamat berjuang di Poso.

Untukmu, tersenyumlah selalu...

Jazakallah khair.

Saturday, May 26, 2007

Jangan Cuma Ngomong DOANK!

Menghilangkan rasa takut adalah dengan melawan rasa takut itu sendiri.Yuwps...Pengalaman masa lalu, rasanya masih terkenang. Bukan trauma besar, tapi mengingatnya seolah menggali kisah lama yang sedikit memilukan. Masih ngilu...saat melihat atau mendengar satu kata, ’operasi’. Yang terbayang dibenakku ruangan penuh alat-alat kabel dan lampu-lampu menyeramkan, bau khas rumah sakit, atau selang-selang infus dan alat-alat pengobatan lainnya. Wuahh...jangan lagi!!!

Tegang saat akan menghadapinya, rupanya itu juga yang dialami sobat ku satu ini. Malam sebelum operasinya, tepatnya jam 1 malam. SMSnya muncul dilayar HP, kegelisahannya muncul, ia bilang ia tak bisa tidur...(kasihan juga ya?)

Esoknya...Aku berusaha tidak memunculkan jiwa cemasku hari itu. Padahal jika topeng diriku itu terbuka sedikit saja, mungkin ia akan tertawa...kok yang nganterin operasi malah lebih tegang? Dua bungkus coklat terpaksa kubeli sebelum memasuki ruangan itu. Satu untuknya dan satu untukku. Biasanya cemasku sedikit hilang kalau makan coklat. Dia juga paham. Tapi apa dalam kondisi ini akan masuk coklat itu kedalam mulut kita? (ternyata nggak,..! mungkin harusnya es cream coklat kali ya?)

Baru memasuki RSCM ruangan spesial. Nyatanya mungkin memang sudah dipersiapkan semuanya. Jadi kita yang baru tiba. Terus langsung saja operasinya dimulai. Tampak ketegangan dimata sobatku satu itu. ’Hah? Langsung dokter?’ Ucapnya heran bercampur takut...Dan aku hanya menunggu diluar...

Acchh...ternyata bukan ruangan operasi seperti yang kubayangkan...semuanya terlihat biasa saja. Aku jadi merasa sedikit lega. Alhamdulillah..adrenalinku udah normal lagi. Aku menunggu sambil menulis...Dan baru beberapa kata kurangkai, seorang suster memanggilku.

OOOOHHH??? Udah selesai? Yakin? Alhamdulillah.............

Segera kutemui sobatku itu...dengan entengnya kuucap ”Acchhh...ternyata Cuma gini doank? Sebentar kan? Nggak sakit khan?” (kesannya ngeledek ya? Padahal kan maksudnya ngasih perhatian). Entah aku salah ngomong ya? Waktu itu ia meneteskan air mata, tapi sambil tertawa juga...”Nggak sakit apaan? Sakit tau!!! Sebentar? Bagi ana ini lamanya kayak setahun!” Ohhh...gitu ya? Hehe...

Suster yang ada dihadapan kita Cuma tersenyum, ngeliat dua orang aneh didepannya. Mungkin dihatinya berdoa, jangan sampai saya punya sahabat kayak gitu!

Alhamdulillah, semua dimudahkan...

Dan pelajaran spesial untukku mungkin memang harus terus belajar melawan rasa takut itu...sekarang mulai sedikit berani melangkah, setidaknya mencoba menghilangkan rasa takut lainnya dalam diriku! Acchhh rupanya Cuma begini doank!

(Uppss yayaya...jangan Cuma ngomong DOANK!!!)

Tuesday, May 22, 2007

Jangan ada yang GR dech!

Entah kenapa hari ini ingin kutuliskan cerita tentang mereka. Tentang orang-orang yang tercatat sebagai bagian dari hidupku. Yang pernah terpisah oleh waktu, dan kini disatukan dalam nuansa iman. Bahagianya bisa menjadi bagian dari mereka. Smoga bisa selalu bersama.
Ceritanya, dulu tuh...kita satu TPA. Alhamdulillah berjalan waktu, percikan iman memancar satu persatu, ketukan hidayah dari Allah membuka mata hati kita bersama, bahwa kita adalah seorang muslimah. Dan kini semua terkumpul dalam nuansa ukhuwah dilingkungan dakwah.

Teruntuk:
Win…Aku kangen ama wejangan nasehatmu. Meskipun kata yang lainnya anti terlalu tajam jika berbicara. Justru bagiku itu adalah teguran lembut dari seorang saudara yang amat ku cinta. Makanya ku lebih sering curhat ke kamu ya daripada yang lain. Apalagi pekikan takbirmu itu, aku selalu kangen. Jika kamu telfon, aku seneng jika kalimat terakhir yang kau ucapkan adalah...”Allahu Akbar!!!”

Nin...Kita banyak kesamaan ya? Tapi banyak juga ach bedanya. Samanya mungkin pemikiran kita, terus kalo ngomong selalu bareng. Bisa 3-4 kali barengannya. Satu kali lagi kita dapet mangkok deh! Bedanya? jauh banget kali.
Jiwa ustazah kamu muncul kalo udah jam 9 malam ya? Makanya aku sering ceritanya kalo udah malem aja. Soalnya siangnya masih rada-rada gitu.
Inget nggak? Kita pernah mimpi yang sama khan? Dulu kita sama-sama bingung waktu kita mimpi digigit ular, terus ada yang bilang katanya kalau mimpi digigit ular itu bakalan dilamar orang. Wuaahhh, cemasnya kita bukan main waktu itu ya? Lucu juga, soalnya mimpi itu udah setahun yang lalu, tapi sampe sekarang nggak ada yang jadi !hehe.. Yang lain nggak ada yang tau, kita baru cerita belakangan ini aja ya? Puas dech...yang lain tertawa!
Nin...belakangan aku ngeliat Win jadi sering error kayak anti, kamu nggak menular khan? Ane khawatir.

Atun...Cuma kita yang satu SMA ya? Waktu itu kita nggak deket. Seperti dua kubu yang berbeda. Kamu dulu terlalu gaul yach...jadinya nggak nyambung dengan aku yang pendiem, dan jadi anak ROHIS gitu ceritanya, hehe...pendiem??!!
Mmm...perjuangan hidup kamu yang lumayan rumit. Aku banyak belajar mengambil hikmah dari perjalananmu itu. Hmm...sekarang kmu mungkin sedang berbahagianya dengan pangeranmu itu ya? Jadi jarang kumpul dech...Ya udah, gantinya kasih kita keponakan yang manis and lucu ya, kayak tantenya, aku nggak mau loh kalo mirip abi ama umminya. (hmm...Susah ya?)

Anna... Entah kenapa, kalau sama kmu aku pengennya emosi terus. Sama-sama keras ya? Kamunya gampang ngambek, akunya cuek. Untungnya pas akunya ngambek, kamunya nggak cuek. Klo nggak, Nin bakalan bisa selalu bertepuk ria melihat kita yang sering ngambek-ngambekan, soalnya dia yang paling seneng ngeliat adegan kita kalo lagi marahan. Duuhh...kayak anak-anak yah? Untungnya ama anti doank dech...
Tapi yang paling kusuka dalam dirimu, adalah semangat terus memperbaiki dirinya. Salut banget. Malah kadang kita yang udah lama ’hijrah’, sering banget dapet tegurannya dari kamu yang baru menggunakan gaun takwa itu. Jadi malu kite...syukron ukhti.

Mba ’Lis...kita jadi tante dari anti neh. Salman Alfarisi, keponakan kita gimana kabarnya? Kita jarang kumpul lagi ya? Inget nggak, waktu anti hamil khan kita sempet jalan-jalan gitu terus foto-foto dech...hehe umminya centil ye?
Upps...iya-iya, waktu itu kita khan foto2 buat kenangan ya? Buat mengantar kepergian atun ke daerah terjauh bersama suaminya. Kirain bakalan lama gitu perginya, atau nggak balik lagi ceritanya. Eh...ujung-ujungnya disini juga singgahnya, nggak sanggup kale kalau nggak deket ama kita ye? (kita? Ane doank maksudnye...hehe)

Pesan buat yang baca:
* (khusus)
Untuk yang namanya ada dia atas. Duuuhhh...please dech! Nggak GR gitu ya bacanya, aku ceritain gini, sebenernya ngingetin aja buat qta yang masing-masing sedang diuji kesabaran. Saat ini ada ujian dari Allah yang pastinya mengajarkan kita masing-masing untuk saling mendukung. Allah tau kemampuan kita. IA memberikan semua ini pada kita karena IA tau kita mampu. Jangan pernah merasa sendiri atau kesepian, karena kita selalu siap dan selalu berusaha bersama khan? KEEP ISTIQOMAH Saudari-saudariku :) Chayoo...!!!

Tuesday, May 08, 2007

Tergantung (-bukan Melly-) kondisi

Disela-sela waktu istirahat, di ruang kerja yang selalu diiringi musik nan islami. Seorang sobat, Sang Psikolognya di gedung ini, tiba-tiba mengangetkan kesendirianku. Dia pun bertanya padaku (ta’ elah bahasanya...)
”Neng, Kalau ada 3 orang,... Pertama, nenek-nenek lagi sakit. Kedua, pujaan hati lagi sakit. Ketiga, dokter lagi sakit. Menurut Neng, mana yang lebih dahulu sebaiknya ditolong?”

Wuahhh...kayaknya sobatku satu ini sedang ngetes. Neng jawabnya binun juga.
”Neng pilih tolong dokter dulu” jawabku.
”Kenapa?” tanyanya lagi.
”Karena dokter itu pujaan hati neng juga, sekaligus tolongin dua donk..hehe”
Dia Cuma tertawa, tapi kliatan marah juga (aneh ya?)
”Neng!! SERIUS!” katanya lagi.
”iya-iya...saya serius deh, hmm...mungkin kalau dipikir, kita tolong dokternya dulu aja, biar bisa sembuhin yang lain juga”
Dia Cuma tersenyum...
”maksudnya apa tanya-tanya begitu?”
Lagi-lagi dia cuma tersenyum.
“Kalau saya jawab nenek2, pujaan hati atau dokter duluan…artinya apa?”
“Nggak ada maksud apa-apa..Cuma tanya doank koq” dia langsung pergi meninggalkan seribu tanya dalam batinku, tersenyum puas rupanya!
BT juga digituin! Orang udah serius jawabnya, yang nanya cuma Senyum-senyum.
Gadis itu selalu saja membuatku penuh tanda tanya.
Apa ya artinya???

Dan akhirnya...ENG ING ENG…
Dalam suatu peristiwa...nggak bisa diceritakan disini deyh, ntar kepanjangan. Ya, intinya setelah neng meneliti, menganalisa, mencerna, dan menjadikannya Formula, lalu dimasukkan dalam algoritma. Ternyata..
Ya emang gak ada arti apa-apa.
Tapi yang aku tanggap...kita bisa melakukan hal lain dalam kondisi yang lain pula. Bisa aja saat ini kita dalam posisi harus tolong dokter...di kondisi lain kita juga bisa merasa harus tolong nenek-nenek duluan. Hmm...bener gak yah kira-kira artinya begitu?
Wallahualam.

Izinkan bertahan

Luka dihatinya baru saja pulih.
Luka lama yang teriris, atau...saat boleh ku ikut istilahnya Azzura Dayana dalam novelnya. Tentu..mungkin saja luka itu bukanlah karena teriris belaka. Justru ia sendiri yang telah mengirisnya. Menyesalkah? Cuma ada Perih,..dan butuh waktu lama menyembuhkannya.


Sekuat tenaga pertahanan pondasi itu dipertahankan, pertolongan Allah lewat dukungan adik-adiknya tercinta, biarkanlah pondasi itu bertahan untuk membangun kekuatan imannya. Langkah terbaik yang ia lakukan, terus membenahi diri, menata hati.

Namun toh, sebuah hati adalah hal yang hanya tersembunyi.
Hanya Allah yang tau segala isinya. Segala yang paling terpendam dalam jiwa, dan paling tersembunyi dari ruh. Manusia hanya melihat sekedarnya. Melihat luarnya.
’Biarkanlah orang berkata apa’...mungkin itu jawabnya dalam proses bangkitnya.

Ia memang pernah jatuh dan kalah dalam menata hati, izinkan ia kembali, nanti untuk membangun harapan sesuai ridho Ilahi. Bukan maksud mengecewakan, bukan maksud sok suci. Dia hanya ingin terus bertahan menjaga hati, menjaga diri, dan menjaga agamanya. Biarkan semua berjalan sesuai kehendak-Nya.

Dia yang ingin selalu tersenyum...
Ku doakan smoga ia mampu bertahan.

Tuesday, May 01, 2007

Aku Cemburu (Re: Aku Jatuh Cinta)

Kalau begitu..., aku cemburu.
Ups…jangan pula salah paham.
Aku cemburu melihat mereka. Yang bisa melakukan hal besar bagi dunia pendidikan. Karena aku juga cinta Pendidikan, karena aku juga cinta orang-orang yang peduli pendidikan, karena aku cinta mereka, maka aku cemburu. Aku cemburu karena belum bisa berbuat banyak (besar) seperti mereka.
Maka, izinkan dari kecemburuanku itu, doaku...juga azzamku, aku akan terus berusaha untuk terus komitment memberikan yang terbaik.
Yang kulakukan kini hanya mencoba melangkah dari dunia pembelajaran bernama SMART CLUB. Meskipun dengan management yang masih menganut ’management semau gwe’. Masih dengan pola yang belum teratur, tapi kucoba terus berusaha membangun, ingin memberikan yang terbaik.
Dengan Smart Club dari bimbingan belajarnya, yang kini berkembang lewat bimbingan privatnya, lalu lewat Taman Bacannya, juga akan segera direalisasikan Play Grupnya, juga usaha kecilnya (Foto mandiri). Smoga semua bisa terus berjalan hingga terwujud sekolahnya. Atau juga bisa sekolah gratisnya??? Doakan kami...agar bisa mengikuti jejak mereka. Karena aku juga cinta mereka.
Senang rasanya bisa membantu di LSM ini, meskipun hanya sekedar informasi yang bisa diberikan. Tapi sungguh..!!! itu menjadi semangat dan tekad sendiri untuk bisa terus peduli pada dunia pendidikan. Chayoo Sobat! Smoga Allah meridhoi langkah kita.

Tulisannya Akhi Awan:
peduli_pendidikan wrote:


Udara sejuk kota Bandung di pagi hari menyambut kedatangan kami,kuhirup dalam-dalam udara pagi itu berharap seluruh inderawiku merasakan kenyamanan, melepaskan kepenatan setelah lebih dari 14 jam perjalanan Surabaya - Bandung.

Sejenak kemudian kami pun meluncur ke ponpes Darut Tauhid,sesampainya kami di ponpes yang dikelola da'i kondang A'a Gym tesebut, kami bergegas check in di salah satu cottage ,karena kami diburu waktu, seharian itu agenda kami cukup padat.

Dan kesempatan itu pun datang, diantara jeda agenda kami, aku bisa bersua dengan seorang wanita yang hingga kini tidak pernah bisa aku lupakan. Wanita sederhana yang membuat-bukan hanya aku-tetapi semua anggota rombongan brenchmarking kantor kami tidak berhenti berdecak kagum.

Serasa tidak ada yang kurang dari wanita ini ; muslimah taat (ikhwah gitu lho...),cantik, baik hati,cerdas, doktor sastra inggris lulusan universitas manchaster Inggris.

Guatiana Yoyon, wanita ini bernama.

Eits......jangan berprasangka buruk dulu saudara,pertama, bukan wujud fisik penyebab utama kekaguman kami(?), alasan kedua (yang lebih masuk akal ), beliau sudah bersuami ^_^V

Kembali soal kekaguman kami,syahdan beliau dan suaminya (yang juga doktor di almamater yang sama) setiba di tanah air memiliki keresahan yang sama tentang pendidikan di negeri ini. Dan keresahan itu pun menerbitkan sebuah impian untuk membangun sekolah gratis.
Sepuluh tahun tertatih-tatih berjuang sendiri adalah mahar yang kemudian harus dibayar untuk mewujudkan impian mereka.

Hasilnya? sekarang telah berdiri gagah sebuah sekolah gratis tingkat playgroup, SLTP, dan SMK untuk penduduk di sekitarnya dengan total siswa sejumlah 300-an anak.

Fasilitas ? sekolah ini tidak kalah dengan "sekolah plus" yang biasanya berbiaya mahalYayasan Bustanul 'Ulum Kawasan Inkubator Terpadu (BUKIT) nama sekolah yang beberapa waktu yang lalu diresmikan oleh Ketua MPR RI ustadz Hidayat Nur Wahid ini

Jangan tanya dana dan manajemen pengelolaan mereka, karena setelah mengorek lebih jauh akan mengantarkan kita pada kesimpulan : "sekolah ini dibangun atas dasar keyakinan yang penuh akan pertolongan ALLOH SWT"

Yup, inilah point utama kekagumanku. Mengoyak kesadaranku bahwa dari keseluruhan lintasan sejarah hidupku, sebagian besarnya adalah wilayah "blank out" dimana domain Tuhan untuk berkehendak".
Selain itu pertemuan tersebut menjadi semangat tersendiri untuk ku bahwa aku juga bisa mewujudkan impian yang sama - mendirikan sekolah gratis- yang saat ini sedang aku rintis bersama temen-temen sevisi di LSM Peduli Pendidikan Indonesia
Dan aku harus mengakui aku "jatuh hati" dengan pasangan suami-istri ini.

di penghujung malam surabaya, 24 April 2007
Awan
Ketua LSM Peduli Pendidikan Indonesia
www.lp2i.blogspot.com

Saturday, April 28, 2007

Shampo?

Neng lagi binun dengan orang misterius yang pakai alat-alat neng tanpa izin. Pasalnya, bukan masalah izin atau tidak, masalahnya pemakaian yang digunakan teramat boros. Sabun pembersih muka yang baru neng beli 2 minggu lalu sudah hampir habis setengah botol. Padahal kalau memang semua orang dirumah ini menggunakan pun, nggak akan seboros itu.

Neng : (ngecek) ”Abang...mukanya tambah bersih deh, tambah bersinar gitu diliatnya”

Abang : hehe...(GR)

Neng : ”Pakai apa bang, hayoo...pake sabun neng yah?”

Abang : ”Yeee...nggak donk”

Neng : ”Aaacchh yang bener? Nggak apa2 koq kalo mo pake. Tapi kan kulit abang lain loh ama kulit neng, mending abang pake yang khusus buat cowok aja”

Abang : ”Ya iyalah...selama ini juga abang pake yang khusus buat cowok”

- Tiba-tiba abi datang dan ikut ngobrol bersama kami.-

Neng : ”Wuahhh...muka abi juga keliatan lebih cerah deh kayaknya”

Abi : ”ah..masa? berarti sabun abang ini cocok juga ya buat abi?”

Neng : ”oohh...jadi abi pake sabunnya abang juga?”

Abi : ”iya, kenapa atuh neng?”

Neng : ”Aneh deh bi...berarti nggak ada yang pake sabun neng dong, tapi koq tau-tau sabun neng tinggal sedikit ya?”

Abi : ”Emang sabun neng yang mana?”

Neng : ”Itu loh...yang botol biru”

Abi : ”ooohhh...itu sabun pembersih muka? Wuaahhhh abi kirain sampo, makanya abi pake buat sampoan, pantesan koq jadi licin yah rambut abi?”

Neng : ”wuahhhhh...abiiiii!!!”.


Thursday, March 29, 2007

Jawabku...

Genapnya usia ku kini (jie...neng tambah dewasa nech??), banyak pertanyaan yang setiap kali berkelebat dalam rutinitasnya. Kapan neng? Ayo neng...

Hmmm...mungkin ini sedikit jawabku (edit dikit dari tulisan teman boleh donk!)


Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya.
Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetap harus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.


Menunggu...

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil satu keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa.
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono.
Jika ingin berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat.

Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia dan misterius.
Bunga tidak mekar dalam waktu semalam, kota Roma tidak dibangun dalam sehari.
Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan.
Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, dan penantian kita tidaklah sia-sia.
Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal, iman, keberanian, dan pengharapan penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan.
Pada akhirnya, Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Friday, March 23, 2007

Wasiat dari kakek

Entah kenapa, hari itu ia ingin sekali menjenguk kakeknya. ‘Baba’ begitu ia memanggil kakek kesayangannya. Tanpa ragu, ia berangkat berkunjung kerumah kakek.

Sang kakek sedang tidur-tiduran dalam ‘bale’ panjang dikamarnya. Pemuda itu mendekat dan menyapa hangat. Sang kakek gembira dengan kedatangannya. Kedatangannya disambut dengan senyum ramah dari gurat tua wajahnya. Kakek bangkit duduk mendekatinya. Ia meminta tolong untuk dipijat, dikerik badannya karena merasa kurang enak badan. Pemuda itu pun menurutinya.

”Abang...liat Asep didepan?”

Abang, panggilan untuk pemuda itu. Sedangkan Asep adalah bocah kecil yang kini tinggal dirumah kakek. Masih ada hubungan saudara jauh. Ia diasuh karena ia yatim, kakek itu sangat memuliakan dan ingin selalu menjaga anak yatim. Jadi, asep dan ibunya tinggal bersama kakek sekalian membantu nenek.

”ia ba’ tadi ada didepan”

Kakek tersenyum...ia melanjutkan percakapannya.

“tadi pagi...ada yang memberi baba Rp10.000”

“mmm...terus?” pemuda itu mendengarkan khusyuk. Biasanya ada sesuatu yang ingin disampaikan sang kakek kalau sudah bicara seperti ini.

“Buat baba.., uang itu udah nggak terlalu berarti. Abang paham?”

“maksudnya ba?”

kakek itu tidak menjawab tanyanya, ia terus saja bercerita.

“Terus...baba inget ada Asep...baba kasih ke asep, dia senengnya bukan main. Baba seneng ngeliat dia teriak2 ke emaknya dikasih duit”

“mmm...” pemuda itu manggut-manggut. Tadi dia melihat bocah kecil itu memang kelihatan sedang gembira.

“baru aja...ada yang dateng, terus ngasih duit ke baba 20.000”

“maksudnya ba’?”

“Abang...coba ambil hikmahnya. Baba memberi uang pada Asep yang yatim, dimata Allah uang yang baba berikan ke dia itu bukan hilang atau berkurang, melainkan tercatat sebagai amal sedekah. Allah selalu membalas kebaikan hamba-Nya. Jika tidak di dunia, akan dibalas di akhirat kelak. Itu contoh sederhana saja, saat ini Allah langsung memberi ganti yang lebih besar dari yang baba berikan. Betapa memualiakan anak yatim sangat membawa keberkahan. Nabi sangat menyayangi dan mengasihi anak-anak yatim. Abang liat contoh tadi...”

“hmmm...ia ba’ abang paham, semoga abang juga bisa menyayangi dan mengasihi mereka”

Kakek tersenyum...


***

Tak disangka...itu adalah perbincangan terakhir dari kakek ke cucunya. Esok harinya kakek menghadapi sakaratul maut. Ia melihat jelas senyum terakhir kakeknya itu, tak disangka ucapan kakeknya kemarin adalah sebuah nasehat terakhir, wasiat untuk selalu menyanyangi dan mengasihi anak yatim.

Pemuda itu, yang kini punya cita-cita membangun sekolah muslim. Mmm...mungkin impiannya terlalu tinggi, ingin membangun sekolah muslim bertaraf internasional...tapi pertemuannya dengan seseorang beberapa waktu yang lalu mengingatkannya kembali pesan kakeknya itu. “aku juga ingin membangun sekolah. Sekolah untuk anak-anak yatim” katanya. Perkataan orang itu seolah tajam dibatinnya, ia hanya teringat pesan kakeknya Seakan kata-kata itu mengulang dari wasiat terakhir kakeknya.

Ia tersadar...kini memang banyak sekolah muslim yang bisa dibilang bergengsi dan berkualitas. Banyak orang2 muslim mendirikan yayasan pendidikan berbobot. Tapi mirisnya...banyak orang2 muslim sendiri tidak bisa menyekolahkan anak2 mereka ke sekolah itu, lagi-lagi soal biaya. Harus bagaimana???

Cita-citanya kini ingin membangun sebuah lembaga tarbiyah berkualitas untuk mereka yang tidak mampu, para fakir miskin, anak-anak yatim dlsb. Mungkin belum dibilang profesional, tapi ia mencoba berbuat dari lingkungannya. Semoga lebih membawa keberkahan bersama mereka.

*Mengenang kepergian Kakek Aswad*

Friday, March 16, 2007

Izinkan aku mengungkap rasa

Yang lain sudah,

Kapan tibanya untukku?

Satu Tanya dalam batin…’ada apa denganku?’

Mengingatnya malah membuatku sakit perut..

Mendengar katanya disebut, bikin hati merasa tak tentu

Gejala aneh kini melanda

Tidur tak nyenyak, makan tak nikmat...duuuhhh

Saudaraku dimanapun berada

Doakan insan yah agar bisa melewati semua ini

Insan sedang berjuang keras

Insan sedang merapikan semuanya

Semoga bisa berjalan lancar...

Untuk itu,...

Insan izin posting, mo kelarin masalah ini dulu

SKRIPSI QUW!!!

Doakan yah dalam tiap sujudmu...

Sebut namaku...

Insan, bunda, neng, mba, ukhti, kania, dek insan atau apapun panggilanmu untuk saudarimu ini...doakan aku selalu agar dipermudah selalu :)

Ma’achie....

Wednesday, March 07, 2007

Ketika kecewa berbuah Cinta

Dalam makna kita sebagai manusia biasa, justru ada hal lain yang luar biasa Allah berikan sebagai karunia-Nya kepada kita. Kita diberikan satu nikmat berupa rasa yang mungkin secara ilmiah tak dapat dirumuskan darimana dan bagaimana rasa itu tercipta. Namun itu adalah satu karunia yang patut kita syukuri sebagai seorang insan, karena rasa itu ”khusus” diberikan hanya pada kita sebagai makhluk-Nya sebagai seorang manusia.


Tak bisa dipungkiri sebagai manusia inginnya rasa bahagia, rasa cinta, rasa senang atau apapun segala rasa yang menyenangkan hati saja yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Kalau bisa, tak usah ada rasa sedih, kecewa, pun takut dan sebagainya...

Seperti yang pernah insan ungkapkan dalam blog sebelumnya...bahwa rasa memang tak pernah muncul dalam saat yang berbarengan. Detik ini senang...mungkin saja sedetik kemudian berubah duka. Kala duka dan sedih melanda, bukankah peraduan nyaman kita adalah ketika kita bisa meluapkan kesedihan itu kepada yang mengerti diri kita, Dialah Allah yang menciptakan kita.

Semakin kusadari, bahwa dari rasa kecewa ini, mungkin Allah hendak menyadarkan kita akan keterlenaan dari rasa bahagia...atau rasa sedih yang kita alami, menyadarkan kita dari terbuainya rasa senang. Karena mungkin saja keterlenaan itu membuat kita lupa sebagai makhluk-Nya. Sungguh...sadarkah kalau ini merupakan bentuk kasih sayang-Nya??

Dalam heningan sujudku penuh harap, Ya Rabb jangan biarkan hamba larut dalam rasa fana, tapi biarkan hamba terus terhanyut dalam aliran nada cinta dan kasih-Mu yang abadi, jika rasa itu berupa kecewa...biarkan berjalan kalau itu bisa membuatku semakin cinta pada-Mu...jika rasa itu berupa sedih biarkan tetap kurasa kalau itu bisa membuatku merasakan hangatnya kasih-Mu. Karena kebahagiaan bagiku adalah ketika aku selalu berada dalam naungan-Mu.

Maka izinkan aku mengungkap rasa...terima kasih ya Rabb, dalam rasa kecewa ini justru membuatku semakin dekat dengan-Mu.


Dalam perenungan...diiringi musiknya MLTR -Breaking My Heart- (lho?? Suer gak sengaja lagunya yang keluar itu!) selanjutnya...I love U Allah... :)

Tuesday, February 27, 2007

Mengejar paket dari Egypt

Ini hanyalah sekedar catatan harian belaka, bahkan mungkin tidak terlalu berarti untuk dibaca, tapi ini jadi pengalaman unik buat aku dan temen aku (Nin)… Jujur, aku sebenernya agak sungkan mengutarakannya disini, tapi karena ada yang maksa, dan banyak yang penasaran, hehe…jadi begini ceritanya…

Dua hari yang lalu aku mendapat telfon dari seseorang di Medan, dia memperkenalkan diri kalau dia adalah kakak kelasnya adik aku yang sedang study di Egypt. Dia bilang kalau ada temennya yang akan pulang hari sabtu (namanya Ali), dan ada satu paket titipan untuk aku dari adikku.

Kenapa adikku tidak menghubungi aku sendiri? Karena nomor yang dia pakai di Egypt, sulit untuk komunikasi dengan nomor simpati yang aku pakai. Jadinya kakak kelas adik aku itu sebagai perantaranya.

Dengan modal nekad kami (aku dan Nin) berangkat jam 11.30 siang, karena beritanya...Ali landing di Soekarno Hatta jam 12 siang. Terus terang kami masih meraba-raba rute kesana, jadinya kami tiba jam 13.00, dan menurut informasi yang kami cek lagi, KUWAIT AIRLINES (pesawat yang ditumpangi Ali) baru akan tiba jam 13.10, Alhamdulillah…jadinya kami tidak telat.

Setelah sekian lama menunggu…lamaaaa sekali! Hampir 1,5 jam!!! tidak muncul juga pria bernama Ali Bata itu. Kami cukup BT dibuat lama-lama menunggu. Aku coba hubungi orang yang di Medan itu, katanya… “mungkin lagi cek pasport, memang agak lama ditunggu sebentar lagi yah…atau nanti minta tolong lewat informasi”.

Mmm…rasanya aku dan nin tidak bisa lama lagi menunggu karena ada janji. Aku memutuskan untuk pulang… Toh kalau Ali juga mencari-cari aku dia akan menghubungi aku untuk mengantarkan titipan itu.

Dalam perjalanan, bensin di motor sekarat, lalu kami cari pom bensin terdekat.

Selagi isi bensin, aku mencari-cari…merogoh-rogoh, meraba-raba. Baru sadar…Masya Allah…!!! dompetku tidak terbawa, dan tidak ada uang satu rupiah pun!!! Bayangkan (hmmm…bayangin dulu!) untung Nin bawa dompet, jadinya aku pinjam uang dia.

Dengan terburu-buru menuju jalan pulang, sempet agak nyasar juga rutenya…lalu di tengah perjalanan, ada razia polisi. Waduh!!! Terus terang aku belum punya SIM…jadinya KENNA DECH!!!, ada seh…SIMnya Nin, tapi kan aku yang bawa. Kata bapak2 lain yang kena razia, bayar 20 ribu aja.

Mmm…aku takuuuut!!! Sama sekali gak berani ngasihnya. Lalu aku disuruh mengikuti pak polisi ngurus surat tilang, bukannya ikut pak polisi kita malah senyum2 diam di tempat “yaaah..pak! nggak apa2 dech pak, sekarang yang bawa yang punya SIM” bujuk kita sama pak polisi. Pak polisinya diam saja, menanti sesuatu kah??? (maaf pak)

Untung ada polisi yang baik hati. Membebaskan kami tanpa syarat “ya udah…cepetan! Jangan sampai ketauan bapak itu…cepat sana! Jangan diulangi!!!” katanya tegas, dan dengan sigap kami langsung berangkat. Hehe..maachie ya pak! Alhamdulillah, oleh Allah aku masih dilindungi dari praktek suap-suapan ama pak polisi…

Esoknya baru dapet kabar dari adikku itu… “afwan kak, salah perhitungan, ternyata temen ana sampai Jakarta jam 08.00, dia langsung ngurus keberangkatan ke Medan, mungkin sekarang paketnya di Medan, bulan Maret dia ke Jakarta, nanti kakak temui dia aja lagi yah”…

DUUUHHH CAPEK DEYH!...terburu-buru sampai nggak bawa dompet!!! Kesasar..,! ketangkep polisi…! Mmm, adikku 's' kmu boleh buat cerita dech "Kakakku chayank, kakakku malang" :)

Wednesday, February 21, 2007

Paiman toh?

Tinggal di kampung orang, jauh dari family dan temen-temen dekat. Aku ngerasa sendirian…hiks,(ceritanya lagi sedih).

Sudah 3 hari HP ku tidak berbunyi…nggak ada sms masuk, nggak ada yang nelfon, sekedar miscall keq, atau apalah! sepi juga rasanya. Iri ngeliat yang lain ketak-ketik mijitin keypad HPnya (aku juga mau, tapi nggak punya pulsa, kacian yah!).

Dalam diam dan termangu itu kucoba dengerin lantunannya -lupa-…

Tuuuit…Terorret….terorret, duh..duh…eh…HP ku bunyi (bunyinya gak gitu deh!)

Nomor asing yang masuk.

“Assalamu’alaikum.” Sapaku.

“wa’alaikum salam warohmah” jawab suara disana, (mmm suara laki2)

“siapa nih?”.

“Pak iman” ooo…dalam benakku yang terbayang Pak Iman suaminya temen ku, yang punya bisnis kodian.


Ada apa pak?”

“loh…koq manggilnya pak? biasanya mas toh!” ??? GLEK…astaghfirullah, nggak gitu deh aku biasa manggil ustazd itu.

“Nggak kuliah dek?” duuuhhh, nanyanya koq basi banget seh.

“nggak pak, sekarang lagi di luar kota, ciamis”

“koq pak lagi?...bercanda kamu ya? Kmu ngapain ke ciamis jauh-jauh…oia keluarga gimana sehat2 toh?”

“Alhamdulillah sehat semua, Ada apa nih pak?”

“loh!!!…oia, ini dengan siapa sih?” (lah…gimana sih! Ngetes apa iseng?)

“ini insan pak…saya bicara dengan siapa yah?”

“iya..iya insan kan? Saya ini paiman…kamu family ku yang kuliah di Yogya itu kan?”

“eh paiman toh? kayaknya salah sambung deh. Saya insan kuliah di Jakarta

Duuhhh…Pak Iman, upsss paiman, salah sambung toh! Tapi lumayanlah HP ku bunyi, ada yang menghubungi, hehe…

Tu knangan waktu KKN di Ciamis 1 tahun yang lalu, sebenernya aku udah lupa, tapi baru aja ada orang aneh lagi telfon kerumah katanya "mbak...saya pak Iwan"

mmm...siapa lagi ya???

Monday, February 12, 2007

Afwan…hari itu saya mau ber’valentine’??

--Syair Renungan Bagi Wanita--
Suami yang menikahi kamu, tidaklah semulia Muhammad SAW,
Tidaklah setampan Ibrahim AS, pun tidak setabah Ayyub AS
Atau segagah Musa AS, apalagi setampan Yusus AS
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan sholeh…

--Syair Renungan Bagi Pria--
Istri yang menikahi kami, tidaklah semulia Khadijah ra,
Tidaklah setaqwa Aisyah ra, pun tidak setabah Fatimah,
Justru istrimu hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita membangun keturunan sholeh…

Pernikahan atau perkawinan, mengisyaratkan kita
Perlu iman dan taqwa untuk belajar
Meniti sabar dan ridho Allah SWT

Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
atau istri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alfa,
Kamu bukanlah Rasulullah atau Khadijah,
Yang begitu sempurna didalam menjaga,
Cuma pria dan wanita akhir zaman,
yang berusaha menjadi sholeh dan sholehah…Amin

Ini syair-syair di souvenir walimahannya temen. Biasanya memang…kalau souvenir dari resepsi aku koleksi, biasanya bentuk benda-benda yang unik, kali ini aku dapetnya kata-kata syair penuh hikmah, bagus…buat bahan renungan bersama :) aku edit dikit jg…

Kenapa judulnya gitu???
Awalnya aku nyari pembicara buat acara anak asuh bertema valentine…kemudian seorang teman merekomendasikan temennya, (temennya itu saudara sepupunya paman dari oma aku yang punya kakak ipar dari ponakannya kakek…mmm mulai gilanya! :D)
Waktu aku hubungi, beliau jawabnya gitu…hehe sempet kaget juga!
“Maksudnya…hari itu saya mau melaksanakan akad nikah, hehe” jawab beliau canda.
ooo…aku ber’o’ ria, dari situ kita jadi kenalan, orangnya asik, langsung nyambung ama aku yang rada-rada…terus aku diundang ke resepsinya. Aku datang di akadnya juga.
Terus terang aku dan beliau baru bertemu saat resepsi aja…jadi belum tau wajah masing-masing. Saat aku kasih ucapan selamat, aku bisikan sebuah kalimat “mba, bisa jadi pembicara?” beliau langsung tersenyum dan tertawa…lalu memperkenalkan aku ke suami barunya. Mmm…Knalin ke yang lain doonk…hehe.

Hal lain yang jarang kulihat di acara walimah…saat itu special yang pertama memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai adalah anak-anak yatim piatu sambil acara santunan. Mmm…Kayaknya boleh ditiru tuh idenya…!!!